Senin, 14 Januari 2013

Harakah Islamiyah (Perjalanan Mengulang Sejarah) 1



Setengah-setengah orang kata
Sejarah itu ibarat pentas bermain wayang
Cerita-cerita yang lalu dihurai
Dipanjang-panjangkan

Kalau begitu
Takkanlah mustahil untuk giliran Islam pula yang mendatang
Tamadun kita yang dulu
Yang indah gemilang
Hidup semula
Kembali segar bugar di dunia yang luas

-Syed M. Naquib al-Attas-

            Adalah Musthafa Kemal at-Tatturk, 89 tahun yang lalu mencatatkan namanya dalam sejarah peradaban Islam. Kekhalifaan yang dirintis sejak wafatnya Sang Nabi akhir zaman, runtuh melalui jargon sekularisme atas nama ‘kemajuan bangsa’. Maka jadilah Turki sebagai “The Sick Man in Europe”, hari minggu menjadi hari penting sehingga perlu ‘dimerahkan’, negeri-negeri Islam terpecah belah, satu-persatu masuk ke dalam area jajahan Inggris, Perancis, dan negeri adidaya lain dari benua biru, negara Israel berdiri di tengah kedamaian penduduk Palestina. Tinggalah Islam sekedar ritual ibadah yang kosong dan bidang-bidang kehidupan itu menjauh dari nilai-nilai Diin ini.


            Sebelumnya, Musthafa Kemal bersama Menteri Luar Negeri Inggris ketika itu membuat perundingan yang menghasilkan 4 poin, sebagai berikut:




1. Meruntuhkan Khilafah Islam

2. Menumpas upaya apapun untuk mengembalikan Khilafah
3. Memerangi syi'ar-syi'ar Islam
4. Mengambil undang-undang Eropa sebagai undang-undang Turki yang baru

Sebagai konsekuensi dari perundingan di atas, Musthofa Kamal melarang hijab bagi para wanita, memerangi syi’ar-syi’ar Islam, melarang penulisan-penulisan Al qur’an dengan bahasa Arab, memerintahkan imam-imam masjid mengimami sholat dengan bahasa Turki, melarang haji, melarang sholat berjama’ah bagi pegawai pemerintah, bahkan memerintahkan satuan-satuan polisi untuk merazia wanita-wanita yang mengenakan hijab, bahkan lebih dari itu mereka diberi wewenang untuk merobek-robek pakaian para wanita muslimah di pasar-pasar dan di tempat-tempat umum lainnya.


Belum ada setahun sejak kejadian memilukan itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala menampilkan prajurit-prajurit terbaiknya di permukaan bumi. Untuk menegaskan kembali tentang ayat-ayatnya; “Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.” (at-Taubah: 32). Maka, muncullah beragam gerakan dalam upaya mengembalikan kepemimpinan Islam di atas dunia. Ide Pan-Islamisme bertebaran hampir di seluruh penjuru. Dan cerita  itu memulakan paragraf perjuangannya.
 

Sudah Shalatkah Anda?