Senin, 14 Januari 2013

Serial #IndonesiaTanpaJIL: Episode 7

#IndonesiaTanpaJIL
Episode 7:

Antara Imam Samudera dan Isu Terorisme

“Sebagai orang Islam, saya bertanggung jawab mempertahankan umat Islam yang ditindas seperti yang dinyatakan Al Qur’an. Islam membawa rahmat ke seluruh alam. Jika umat Islam disembelih di Palestina dan kita tidak berbuat sesuatu, kita akan disumpah. Umat Islam seperti satu badan. Jika sebahagian anggota sakit, bahagian yang lain turut merasainya.”

Kira-kira begitulah kata-kata yang diucapkan Imam Samudera dalam persidangan di Denpasar dalam kasus Bom Bali (12 Oktober 2002).

Terlepas dari soal bom, kita bisa menelaah apa yang terjadi kali ini melalui 2 sudut pandang. Terkait argumentasi Imam Samudera, coba kita lihat dari aspek “fiqhul jihad”. Sayangnya, tidak ada argumentasi Imam Samudera, dia mengikuti madzhab atau ulama yang mana dalam megajukan pendapatnya itu: apakah boleh membunuh orang kafir yang tidak ikut membunuh orang Islam, meskipun dia merupakan warga Negara dari pemerintahan yang mendukung pembantaian umat Islam? Mungkin ada yang berminat untuk mengkaji masalah ini secara akademis, sehingga kita dapat mengkajinya secara objektif.

Yang perlu kita cermati juga adalah aspek “keadilan/fairness” dari media massa dalam melakukan pemberitaan terhadap kasus-kasus pengeboman atau terorisme serta penyebutan identitas kelompok.

Kalaupun Imam Samudera dan kawan-kawan yang mengebom turis Barat di Bali disebut sebagai teroris, lalu haruskah Bush, Sharon, dan sebagainya yang membunuh ribuan warga di Irak, Afghanistan, Palestina, sama sekali tidak disebut teroris? Hingga mereka mendapat panggilan suci sebagai “pembasmi teroris”? Bandingkan saja, jumlah korban akibat perbuatan Imam Samudera dkk dengan Bush serta antek-anteknya. Dan seharusnya kita dapat menilai secara objektif dalam hal ini. Atau minimal tidak ikut serta men-cap mereka sebagai teroris dan mendiamkan yang lain.

Allahu a’lam.
 

Sudah Shalatkah Anda?