Selasa, 05 Februari 2013

Catatan Lama Bersemi Kembali (Pesan untuk al-Ghozi 10)

Hari ini 16 Desember 2011, begitu berkesan bagi ana. Hampir satu tahun kita menjalani kepengurusan. Tiap detik memang ada saja bobot masalah yang kita pikul. Tapi, inilah sebuah perjalanan. Tanpa kalian, akan terasa sangat berat wasilah ini.

Tiap detik ada kenangannya sendiri. Setiap detik ada ceritanya tersendiri. Memang begitulah para jundi Alloh: Bukan orang yang berleha-leha dalam melakoni setiap detik yang dilaluinya. Setan tak akan senang kita berdiri gagah di jalan ini. Selalu saja ada 'sliding tackle' nakal darinya untuk menjegal langkah kita. Dan tak ketinggalan, test case Alloh bagi hamba-Nya yang Alloh setting sesamar semut hitam yang berjalan di atas batu hitam pada malam yang hitam pekat tanpa cahaya bulan dan bintang.


Begitu besar. Begitu berat bobot yang dihadapi jundi-jundi-Nya. Tiap detik yang dilalui ada saja yang mengusik dirinya.

Tak apa. Buat apa desahan nafas berat putus asa apabila bersama kesulitan itu ada kemudahan? Buat apa melipat wajah, menundukkan kepala begitu penat bila Alloh menjanjikan pertolongan? Bukankah pertolongan Alloh itu dekat? Buat apa hendak lari meninggalkan kecewa yang bertumpuk, apabila diujung jalan ini kita bakalan menemui ‘adn? Alloh tak akan pernah ingkar janji. Maka benarlah kata 'Ali r.a. “Sekeruh-keruh hidup berjamaah, lebih baik dari bergemingnya hidup sendiri.”

Thulu’ut Thariq, katsrotu’ aqabat, qillatur-rijal. Jalannya panjang, hambatannya banyak, dan pendukungnya sedikit. Ya, memang seperti itulah karakter jalan yang kita arungi. Kenali baik-baik. Lalu? Kalau begitu tetapkan dan kuatkanlah ‘azam. Memang begitulah kita akan banyak dibenturkan dengan cadas dan batu-batu karang berduri, untuk melihat apakah kita kokoh.

Apa salahnya Alloh lipat gandakan pahala untuk kita? “Ganjaranmu tergantung kadar lelahmu.” (HR Muslim). Ikuti saja alur masalah ini dengan senyum. Maka sabar akan mengantarkan kita dari jalan yang terjal kepada padang bunga yang indah. Adalah berujung, setiap hal berat yang kita hadapi. Tapi tidak berujung, keridhoan Alloh pada kita bila kita sukses mengarunginya. Maka biarlah ini menjadi pemberat amal kita di Yaumul Qiyamah.

Terasa sekali bila dakwah yang kita hadapi, bukanlah pekerjaan menyeru tanpa gangguan. Tapi kesudahan yang dirasakan setelah satu masalah selesai, adalah kepuasan menyaksikan janji-Nya yang benar: “Setiap kesempitan akan disusul kemudahan.”
“Yang kami maksud dengan ats-tsabat adalah: Tetaplah anda sebagai aktifis dakwah yang selalu aktif berjuang pada jalan yang ditujunya, walaupun masanya panjang bahkan sampai bertahun-tahun. Sampai nanti bertemu Allah Rabbul ‘alamiin dalam kondisi seperti itu, dengan meraih salah satu dari dua kebaikan: Berhasil mencapai tujuan atau meraih syahadah pada akhirnya. Firman Allah SWT: “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada pula yang menunggu-nunggu. Dan mereka sedikitpun tidak mengubah janjinya (QS Al-Ahzab : 23). Waktu bagi kami merupakan bagian dari solusi, sebab jalan dakwah itu panjang dan jauh jangkauannya serta banyak rintangannya. Tapi semua itu adalah cara untuk mencapai tujuan dan ada nilai tambah berupa pahala dan balasan yang besar serta menarik.” Hasan Al-Banna mengenai Ats-Tsabat dalam 10 rukun bai’at.

Terakhir… Untuk saudara dan saudariku di Al-Ghozi 10.
Jazakumulloh atas perjuangan yang kita lalui bersama. Ada tawa, ada canda, ada tangis, ada duka, namun biarlah ia menjadi saksi bisu atas tiap langkah kita. Semoga ikatan ini tetap kuat dan kekal cintanya. Tetap teguh karena ini belum selesai. "Nahnu du'at qobla kulli syai'i", kita adalah da'i sebelum menjadi yang lain.

Allohu Akbar !

Untuk 'azam yang selalu berkobar.
 

 

Sudah Shalatkah Anda?