Selasa, 11 November 2014

Fitnah Lebih Kejam Dari Pembunuhan?

wawasanislam.com
Entah dari mana aksioma ini muncul. Iya, memang memfitnah itu dilarang. Tapi, fitnah lebih kejam dari pembunuhan? Kalau begitu, lebih baik membunuh saja daripada memfitnah, hehe.

Yuk, coba kita amati sebentar.

Redaksi tersebut sebenarnya bisa kita jumpai di al-Qur'an, surat al-Baqarah ayat 191;

"Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir."

Ayat ini turun berkenaan dengan perintah dan pembolehan dari Allah kepada para Muslimin untuk berperang melawan kafir Quraisy di Mekkah. Perintah tersebut turun tak berapa lama setelah kaum Muslimin berhasil hijrah ke Madinah.

Lalu, apa hubungannya "fitnah" dengan kejadian ini? Adakah korelasinya? Atau ternyata, makna "fitnah" dalam ayat tersebut tidak seperti yang selama ini kita pahami?

Sekali lagi, kita akan menemukan betapa lemahnya bahasa Indonesia menerjemahkan bahasa al-Qur'an yang turun dalam bahasa Arab.

Dalam bahasa kita, fitnah biasa diartikan dengan mengatakan sesuatu tentang orang lain yang tidak ada pada orang tersebut dan orang tersebut tidak menyukainya.

Namun, dalam bahasa Arab, wanita kadang disebut juga sebagai fitnah, godaan dunia disebut pula dengan fitnah, bahkan penyebutan Dajjal kerap disandingkan dengan kata fitnah.

Apa makna fitnah dalam ayat tersebut?

Abul Aliyah, Mujahid, Qatadah, Sa'id ibn Jubair, Ikrimah, Al-Hasan, Ad-Dahhak, dan Ar-Rabi' ibn Anas mengatakan bahwa fitnah dalam ayat tersebut berarti kemusyrikan yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy Mekkah. Ibnu Katsir juga menafsiri kata fitnah dengan kafir kepada Allah, mempersekutukan-Nya, dan menghalangi manusia dari jalan Allah.

Sedangkan, pembunuhan dalam ayat tersebut berkaitan dengan perintah jihad. Allah mengingatkan kepada kaum Muslimin bahwa kemusyrikan itu jauh lebih besar bahayanya dari pembunuhan yang dilakukan saat jihad/perang berlangsung. Sebab, jihad itu murni perintah Allah, sedangkan kemusyrikan justru membuat pelakunya kekal di Jahanam.

Allahu a'lam.
 

Sudah Shalatkah Anda?