Selasa, 11 November 2014

Syahwat dan Syubhat

googlemuslim.wordpress.com
Sejak dahulu, akar dosa itu ada dua.

Yang pertama, sering menimpa orang awam. Atau yang tidak mengetahui hukum suatu hal. Namanya syubhat. Jadilah halal-haram itu tampak samar. Obatnya mudah; belajarlah!

Yang kedua, baik para 'alim atau awam dapat terasuki olehnya. Inilah syahwat. Bahkan yang telah tahu hukumnya pun, dapat terjerumus dalam lembah maksiat.

Bagi yang awam, ketika ia berkutat pada perkara syubhat, syahwat akan menuntunnya untuk terus mendekati perkara tersebut. Hingga ia jatuh dalam jurang keharaman.

Pada yang 'alim, syahwat seakan menutup pengetahuannya selama ini. Maka jangan heran jika menemukan seorang profesor tetapi mencaci-maki ayat Allah. Jangan kaget jika ada seorang doktor tetapi bergabung dalam barisan pengikut Syiah. Jangan tercengang melihat lulusan Syari'ah namun mengatakan bahwa Al-Qur'an sudah tidak relevan di masa kini.

Pun dengan kita, kalau bukan syubhat, maka setan akan menggoda kita melalui syahwat.

Sebab itu, merendahlah. Kita bukan siapa-siapa. Sebanyak apa pun ilmu kita, peluang untuk salah itu selalu ada. Merendahlah, karena syahwat akan semakin membara kala berakrab dengan kesombongan; menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.

Allahu a'lam.
 

Sudah Shalatkah Anda?