Selasa, 11 November 2014

Tentang Munafik

suara-islam.com
Hari itu, tanda-tanda 'kekalahan' kaum muslimin sebetulnya telah tampak. Bahkan sebelum seluruh pasukan turun ke medan laga.

Hari itu, tiga ratus personil kembali ke Madinah. Di bawah provokasi Bapak Munafiqin Dunia; Abdullah bin Ubay bin Salul. Tinggallah Perang Uhud dihadapi tujuh ratus shahabat yang setia pada Rasul-Nya.

Hari itu, tekad yang memuncak tiba-tiba memecah. Meragu. Dan sejak hari itu, perlahan umat Islam tahu siapa orang-orang munafik itu serta sepak terjang mereka menggerogoti agama ini dari dalam.

Inilah musuh paling berbahaya yang dihadapi umat ini. Berada di tengah-tengah kita, tetapi menyerang dan menyudutkan umat. Berstatus muslim tetapi menggugat keotentikan Al-Qur'an, mengganti warisan fiqih ulama dengan fiqihnya sendiri, menolak tafsir klasik dengan tafsir hermeneutikanya.

Pantaslah secara bahasa Nifak itu berasal dari kata Nafaqul Yarbu. Lubang tikus. Masuk lewat lubang satu, keluar lewat lubang berbeda. Yang disembunyikan tak pernah sama dengan yang ditampakkan.

Dalam sejarah pun kita akan menemukan banyak perpecahan umat ini disulut oleh orang-orang munafik. Perang Bani Musthaliq menjadi saksi ketika mereka meletupkan pertikaian antara kaum Muhajirin dan Anshar.

"Jika mereka berangkat bersama-sama kalian, niscaya mereka tidak menambah kalian selain dari kerusakan belaka, dan tentu mereka akan bergegas maju ke muka di celah-celah barisan kalian untuk mengadakan kekacauan di antara kalian." (at-Taubah: 47)

Siapa yang menyebar fitnah di tengah pernikahan Rasulullah dan Zainab? Siapa yang mempromosikan berita bohong (haditsul ifk) antara Shafwan dan Aisyah?

"Di antara manusia ada yang mengatakan, 'Kami beriman kepada Allah dan Hari Kemudian,' padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri. sedang mereka tidak sadar. Di dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta." (al-Baqarah: 8-10)

Inilah musuh yang perlu jua diwaspadai. Mereka tampak sekilas sama seperti kita. Tetapi benci jika kita menang dan suka jika kita kalah.

Semoga kita tidak sedikit pun termasuk bagian dari mereka.

Allahu a'lam.
 

Sudah Shalatkah Anda?