Kamis, 12 Februari 2015

Ditipu Setan

kabarmuslimah.com
"Di masa Bani Israil dahulu," tutur Ali bin Abi Thalib yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, "hiduplah seorang rahib yang menjadi ahli ibadah selama 60 tahun.

Setan yang tak pernah berhasil menggodanya, akhirnya berhasil mendapatkan satu ide.

Melalui seorang wanita yang gila, setan hendak menjebak si rahib. Ia membisiki saudara-saudara wanita tersebut, 'Pergilah kalian kepada rahib itu.'

Sesampainya di rumah sang rahib, lantas ia mengobatinya. Butuh beberapa waktu hingga wanita itu sembuh. Selama pengobatan itulah, sang rahib dan wanita tersebut hidup bersama.

Hingga suatu hari, hati sang rahib mulai tertarik pada wanita itu. Namun apa daya, berkat bisikan setan, sang rahib justru berzina dengan wanita tersebut.

Sang rahib bingung dan menyesal atas perbuatannya. Tak tahu hendak berbicara apa di depan saudara-saudara si wanita. Pada kesempatan ini, setan kembali beraksi.

'Aku adalah sahabatmu. Sesungguhnya engkau telah membuatku kelelahan. Dan akulah yang telah membuatmu seperti ini. Sebab itu, taatilah aku. Aku akan menyelamatkanmu. Bersujudlah padaku sekali saja,' bisik setan pada si rahib.

Maka rahib yang putus asa itu, bersujud pada setan.

Lengkap sudah keberhasilan setan. Enam puluh tahun berjuang, hingga sang rahib takluk padanya. Tapi apa kata setan selanjutnya?

'Sesungguhnya aku berlepas dari dirimu, sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb segenap alam.'

Setan nyatanya berlepas diri dan tak memberi bantuan apa pun pada sang rahib. Maka sang rahib akhirnya ditangkap, lalu dibunuh."

Kisah ini kemudian dikutip oleh Ibnu Katsir ketika hendak menafsirkan ayat:

"(Bujukan orang-orang munafik itu) seperti (bujukan) setan ketika dia berkata kepada manusia, 'Kafirlah kamu.' maka tatkala manusia telah kafir ia berkata: 'Sesungguhnya aku berlepas diri darimu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb segenap alam.'" (Qs. Al-Hasyr: 16)

Tampaklah pada kita bagaimana cara kerja setan. Ia menggoda kita. Membujuk kita agar membersamainya di neraka.

Ia hias setiap keburukan. Hingga keburukan itu terlihat indah di mata kita. Padahal, tak sedikit pun ia dapat menyelamatkan kita. Sekali pun, ia tak mampu menolong kita.

Na'udzubillahi minasy syaithanirrajim.
 

Sudah Shalatkah Anda?