Senin, 16 Februari 2015

Ingin Berubah Jadi Lebih Baik? Hindari 4 Kata Ini!

Ada saja godaan setan untuk menghalangi kita dari berkebajikan. Kadang mereka membuat kita malas. Kadang tubuh dibuat tak bergairah. Hingga tak jarang, waktu luang terbuang sia-sia. Jika tak oleh kebaikan, waktu kita disusupi setan dengan kemaksiatan.

Maka ketika hendak berkebajikan itu, setan kerap menahan kita dengan berbagai cara. Termasuk dengan kata-kata berikut. Apa saja itu? Yuk, tengok.


Ini nih salah satu kata (atau lebih tepatnya kalimat) yang tanpa sadar sering kita ucapkan. Parahnya, kadang kata ini kita gunakan kala hendak bermaksiat. "Sekali ini aja, deh. Besok nggak lagi." Padahal tak ada yang menjamin umur kita masih ada selepas berbuat dosa. Kata ini sebetulnya semu belaka. Fungsinya melegitimasi maksiat kita saja. Besok, lagi-lagi kita berdalih, "Sekali ini aja, ya." Atau kadang dengan kalimat lain, "Ini yang terakhir, deh." Tetapi ternyata maksiat kita masih terulang.


"Mendingan gue masih mau baca Al-Quran satu lembar per hari, daripada si anu, nggak pernah sama sekali," ucap seseorang. Yang lain berbeda kalimat tetapi bernada sama, "Mendingan gue cuma merokok satu batang per hari. Lihat tuh bapak-bapak! Sampai ada yang merokok dua bungkus per hari."

Aduhai, betapa berbahaya kata ini. Dengannya kita bisa menghalalkan sebuah maksiat dan menganggap baik turunnya iman. Kita merasa jumawa. Lebih baik dan lebih mulia dibandingkan orang lain. Padahal pepatah itu telah teramat terang; "Bila urusan akhirat, lihatlah ke atasmu."


Kata-kata yang ini tak kalah menggodanya. Uniknya, kata ini berusaha merestui maksiat kita, dengan menyamakan semua orang. Seakan semua manusia layaknya kita. Yang mudah bermaksiat dan menghimpun dosa. Kerap pula, kalimat ini bermetamorfosis, "Jangan munafik gitu, semua cowok juga melotot kalau melihat cewek cakep." Atau, "Teman-teman di kelas juga mencontek semua, nggak salah dong gue nyontek juga?" Nastaghfiruallah.


Wahai, satu-satunya hal yang harus ditunda adalah rencanamu untuk menunda betobat dan berkebajikan. Kata-kata ini sederhana, tapi dengan mudah mematahkan tekad kita menghindari maksiat. Kita seperti tak ingat mati dan hari kiamat. Kita lupa. Kita manusia biasa, yang satu menit kemudian pun bisa menemui ajal.

Begitulah, Sob. Kalau 4 kata-kata di atas masih kita turuti, selamanya kita akan diam di tempat. Tidak beranjak sedikit pun menuju gerbang kebaikan. Hingga tambahlah benar aksioma itu, "Jadi orang baik susah, ya?"
Semoga Allah memberi kita hidayah, keimanan, dan ketabahan berada di atas jalan-Nya. Aamiin.
 

Sudah Shalatkah Anda?