Jumat, 06 Februari 2015

Ketika Umar Menjadi Hakim

youtube.com
Di masa pemerintahan Abu Bakar Ash-Shiddiq, hakim negara merupakan posisi yang amat penting dan strategis. Maka orang yang mengisinya pun tak boleh sembarangan.

Sebab itu, tak heran Abu Bakar memilih Umar bin Khattab. Lelaki yang mampu mempertemukan ketegasan dan keadilan.

Tetapi baru setahun menjabat, Umar memilih berhenti.

"Apakah karena pekerjaan menjadi hakim itu begitu berat, wahai Umar?" Abu Bakar mempertanyakan.

"Tidak, wahai Khalifah Rasulullah."

"Jadi mengapa engkau mengundurkan diri?"

"Saya ini sudah menjabat satu tahun lamanya," Umar menerangkan, "tetapi tidak ada satu pun kasus aku tangani."

"Wajar jika masyarakat ini tidak pernah ada masalah," Umar meneruskan kalimatnya, "Bagaimana mau ada masalah? Mereka adalah masyarakat yang menegakkan amar ma'ruf dan nahi munkar. Mereka hidup dengan saling menasihati. Mereka adalah masyarakat yang tahu hak dan kewajibannya. Mereka melaksanakan kewajiban dengan sebaik-baiknya. Serta mereka tidak mengambil hak melebihi hak mereka sendiri."

Inilah sungguh masyarakat yang kita idamkan. Hidup dalam suasana harmoni dan saling menasihati.

Mereka yang benar, mau mengingatkan mereka yang salah. Mereka yang salah, menerima setiap kritik dan berusaha memperbaikinya. Bukan malah mencari alasan lain, menyembelih kambing hitam, apalagi mengintimidasi dan menekan mereka yang sudah berusaha mengingatkan.

Inilah sungguh masyarakat yang kita rindukan. Maka di Jumat yang mulia ini, mari melantunkan doa bagi seluruh umat. Agar hidup sebagaimana para shahabat hidup. Agar hidup berkeadlian dan berdiri di atas keberkahan.
 

Sudah Shalatkah Anda?